Tuesday

MENGAPA INDONESIA SULIT ‘MAJU’ ?!

MENGAPA INDONESIA SULIT ‘MAJU’ ?!
1. Karena tidak sedikit orang yang meninggalkan ajaran Islam (walau mengaku muslim, sebagai mayoritas penduduk negeri ini). Islam sebagai a way of life banyak diabaikan oleh penduduk negeri ini.
2. Karena banyak kemaksiatan (korupsi, manipulasi, prostitusi, berjudi, kebohongan anggaran, sifat rakus-serakah, dsb-dsb.), sehingga hidup ini tidak berkah.
3. Banyak kepentingan hidup hanya untuk waktu sesaat (misalnya selama berkuasa), tidak untuk waktu yg jauh ke depan, juga hanya untuk pribadi, keluarga, kelompok, atau partainya saja (tidak untuk kepentingan semua anak bangsa).
4. Karena kurang mandiri (banyak hutang, banyak impor, banyak urusan diserahkan ke orang/perusahaan asing, dan banyak kekayaan alam dieksploitasi perusahaan asing). Misalnya, negeri ini negeri agraris, tetapi masiiiiih saja impor hasil pertanian.
5. Potensi putra-putri hebat bangsa ini kurang diberdayakan, banyak orang pintar Indonesia yg kurang diberdayakan sehingga banyak yg ‘lari’ ke luar negeri (lalu lebih dihargai di sana).


JADILAH INDONESIA “BALDATUN THAYYIBATUN WA RABBUN GHAFUUR” (Negara yg baik – penuh kedamaian, kesejahteraan, kesehatan, kepandaian, & keselamatan untuk semua warga bangsa - & mendapatkan ridha serta ampunan dari Allah Tuhan Pencipta & Pengatur alam semesta)!
Jalan untuk itu adalah TAQWA !
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS al-A’raaf 7:96)
Puncak cita-cita seorang muslim yang meyakini syahadatain ialah ketaqwaan penuh kepada Allah. Kata ‘taqwa’ berasal dari bahasa Arab ‘waqaa-yaqii-wiqaayatan’ yang artinya menjaga, yaitu menjaga diri agar tetap di jalan Allah sehingga terhindar dari dosa dan neraka. Cara menjaga diri tersebut adalah dengan mematuhi segala perintah Allah (imtitsaalu awaamirillaah) dan menjauhi segala larangan-Nya (ijtinaabu nawaahih). Jika manusia meyakini sungguh-sungguh bahwa tidak ada Tuhan yang diibadati kecuali Allah, maka dia harus berjuang terus selama hidup untuk mencapai derajat tertinggi di sisi Allah yaitu taqwa (inna akramakum ‘indallaahi atqaakum – QS al-Hujurat 49:13).
Adapun ciri-ciri orang yang bertaqwa adalah (QS al-Baqarah 2:2-5, 177, al-Imran 3:133-136):
1. Beriman kepada hal yang ghaib, terutama kepada Allah
2. Beriman kepada malaikat
3. Beriman kepada kitab-kitab Allah
4. Beriman kepada nabi/rasul
5. Beriman kepada hari kiamat
6. Menegakkan/mendirikan shalat
7. Berzakat, infaq, dan shadaqah (dalam keadaan longgar atau sempit)
8. Menahan marah
9. Memaafkan orang lain
10. Senantiasa berdzikir (ingat) kepada Allah
11. Istighfar dan taubat jika dosa
12. Menepati janji
13. Bersabar saat menerima kesempitan/penderitaan
14. Menjadi ‘ibaadur-rahmaan’ yang mempunyai ciri kebaikan, yaitu tidak kurang dari 12 kebaikan (silahkan dikaji QS al-Furqaan 25:63-76).
15. Dll-dll.

Artikel Terkait

MENGAPA INDONESIA SULIT ‘MAJU’ ?!
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel saya? Silakan berlangganan gratis via email