Showing posts with label Bab Ziarah Kubur. Show all posts
Showing posts with label Bab Ziarah Kubur. Show all posts

Sunday

17 Tanda Tanda Mati Husnul Khotimah

Tanda Tanda Mati Husnul Khotimah
MARTIZAINFO_ Husnul khatimah adalah akhir hayat kehidupan yang baik. Yaitu seorang hamba, sebelum meninggal, ia diberi taufiq dan hidayah untuk menjauhi semua yang dapat menyebakan kemurkaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. 

Dia bertaubat dari dosa dan maksiat, serta semangat melakukan ketaatan dan perbuatan-perbuatan baik, dan selalu berzikir istighfar agar dosanya diampuni oleh Allah hingga akhirnya ia meninggal dalam kondisi itu dia husnul khotimah.

Husnul khatimah memiliki beberapa tanda, di antaranya ada tanda yang diketahui oleh hamba yang sedang sakaratul maut, dan ada pula tanda yang diketahui orang lain. 

Ada beberapa tanda husnul khotimah bagi kematian seorang muslim, dan tanda ini bisa menjadi kabar baik bagi simayyit dan orang yang di tinggalkan / ahli keluarganya, berikut tanda tandanya :
1. Mengucapkan kalimat syahadat saat wafat

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat ‘La ilaaha illallah’ dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud)
2. Saat wafat dahinya berkeringat.

Suatu ketika, Buraidah bin Hashib radhiyallahu ‘anhu datang ke Khurasan, menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Ternyata saudaranya dalam kondisi sakaratul maut. Ketika wafat, ada keringat di dahinya.
Buraidah langsung bertakbir,
“Allahu Akbar! Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِيْنِ
“Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening”.


3. Wafatnya di malam jumat atau hari jumat
Baca Juga : Sejarah Wali Songo Lengkap
Dalam hadis dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
“Apabila ada seorang muslim yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at, maka Allah akan menjaganya dari pertanyaan kubur.” (HR. Ahmad 6582, Turmudzi 1095, dan yang lainnya)

4. Mati syahid dalam peperangan membela islam

Dari Miqdam bin Ma’dikarib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لِلشَّهِيْدِ عِنْدَ اللهِ سِتُّ خِصَالٍ: يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ، وَيُرَى مَقْعَدُهُ مِنَ الْجَنَّةِ، وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَيَأْمَنُ الْفَزَعَ الْأَكْبَرَ، وَيُحَلَّى حِلْيَةَ الْإِيْمَانِ، وَيُزَوَّجُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ، وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِيْنَ إِنْسَانًا مِنْ أَقَارِبِهِ
“Bagi orang syahid di sisi Allah ia beroleh enam perkara, yaitu diampuni dosanya pada awal mengalirnya darahnya, diperlihatkan tempat duduknya di surga, dilindungi dari adzab kubur, aman dari kengerian yang besar (hari kiamat), dipakaikan perhiasan iman, dinikahkan dengan hurun ‘in (bidadari surga), dan diperkenankan memberi syafaat kepada tujuh puluh orang dari kalangan kerabatnya.” (HR. Turmudzi dan, Ibnu Majah )
5. Mati saat sedang menuntut ilmu.

6. Mati saat sedang berjalan dengan niat menuntut ilmu agama

7. Mati karena wabah penyakit menular dan ia sabar menjalankan dengan tetap rajin ibadah

Daftar orang yang bergelar syahid,

مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ
“Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim ).
8. Mati karena menderita sakit perut dan sabar tanpa berkata yang menybabkan kesesatan

9. Mati tengelam dalam keadaan islam

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan daftar orang yang bergelar syahid,
مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ
“Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim ).
10. Mati karena reruntuhan baik longsor atau saat bekerja bagunan yang baik dan halal


Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَالَ: لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Siapa yang mengucapkan La ilaaha illallah karena mengharapkan wajah Allah yang dia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka dia masuk surga. Siapa yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah yang dia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka dia masuk surga. Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah karena mengharapkan wajah Allah yang dia mengiri hidupnya dengan amal tersebut maka dia masuk surga.” (HR. Ahmad )
11. Mati karena sakit TBC

12. Mati mempertahankan harta yang akan dirampas

Dalam hadis lain, dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ
“Siapa yang terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid.” (HR. Bukhari ).

13. Mati membela agama
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan daftar orang yang bergelar syahid,

مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ، وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ
“Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim ).
15. Mati dalam kesiapan dijalan Allah / saat mau jihad

Salman al-Farisi radhiyallahu ‘anhu menyebutkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ، وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ، وَأًُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتّاَنَ
“Berjaga-jaga (di jalan Allah) sehari dan semalam lebih baik daripada puasa sebulan dan shalat sebulan. Bila ia meninggal, amalnya yang biasa ia lakukan ketika masih hidup terus dianggap berlangsung dan diberikan rizkinya serta aman dari fitnah (pertanyaan kubur).” (HR. Muslim )
16. Mati saat dalam menunaikan amal soleh


Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَالَ: لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ. وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Siapa yang mengucapkan La ilaaha illallah karena mengharapkan wajah Allah yang dia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka dia masuk surga. Siapa yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah yang dia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka dia masuk surga. Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah karena mengharapkan wajah Allah yang dia mengiri hidupnya dengan amal tersebut maka dia masuk surga.” (HR. Ahmad )
17. Mati terbakar dalam keadaan beriman

Itulah 17 tanda tanda mati dalam keadaan husnul khotimah, mudah mudahan kita semua kususnya yang baca ini dimatikan dalam keadaan husnul khotimah aamiin.
sumber : buku Nasihat untuk yang akan mati

Saturday

Hikmah Dan Manfaat Ziarah Kubur

Hikmah Ziarah Kubur
MARTIZAINFO_ Utama ziarah kubur adalah bertujuan mendo'akan terhadap mayyit yang diziarahi agar mendapat maghfirah ( ampunan ) dari Allah, dan mendapat rahmat dan pahala, dan banyak mengandung hikmah yang bermanfaat bagi orang yang berziarah kubur baik kemakam wali seperti wali songo atau guru dan orang tua.

Berikut hikmah dari berziarah kubur antara lain :
pertama, mengingatkan akan alam ahirat.
bahwa kelak dialam ahirat manusia setelah mati akan dibangunkan kembali oleh Allah, untuk menerima keadilan dan balasnya atas segala amal perbuatan manusia semasa hidupnya dialam dunia ini.


Semua amal perbuatan manusia tak ada yang tertinggal masing masing akan menadapat balasans sekalipun amal itu tak terlihat oleh manusia, tetapi Allah mengetahui.

kedua, untuk dapat berzuhud terhadap dunia.
zuhud dunia dalam artian memiliki dunia untuk kepentingan ahirat. sehingga orang tidak sampai terpikat oleh dunia, tetapi ia menyalurkan dunia untuk kepentingan ahirat semua orang tau bahwa dunia tidak akan dibawa kekubur tetapi seluruh hartanya ditinggalkan, dunia akan menjadi ahli warisnya.

oleh karena itu kita harus memanfaatkan harta dunianya untuk beramal soleh yang diridoi Allah, sebelum ajal datang.

ketiga, Untuk diambil suri tauladan
setiap manusia akan mengalami seperti itu yaitu mati, yang waktunya tidak dapat di ketahui oleh siapa pun dia kecuali Allah sendiri, ketika ajal sudah datang maka amal ibadah terputus artinya dia tidak bisa bertaubat kepada Allah, 
Baca Juga : Adab ziarah Kubur
apa yang harus diperbuat sebelum ajal datang? tidak lain memperbanyak amal kebagusan dan meninggalkan amal kejelekan dan salah, bertaubat memohon ampun kepada Allah.

itulah hikmah ziarah kubur yang bisa kita ambil manfaatnya

6 Adab Ziarah Kubur Agar Terhindar Dari Kesyirikan

Adab Ziarah Kubur Agar Terhindar Dari Kemusyrikan
MARTIZAINFO_ Dalam Islam sesuatunya selalu ada aturanya sampai pada ziarah kubur baik ziarah kubur ke seorang waliyullh, guru, orang tua dan lainnya.

Kenapa ziarah kubur saja di atur apa tujuanya supaya umat islam terhindar dari kemusyrikan hal ini yang dikawatirkan Nabi
Ada beberapa adab-adab dalam berziarah kubur antara lain.

Pertama, Niat melakukan ziarah kubur dengan ikhlas karena Allah Ta'ala. 
Dengan niat yang ikhlas kita akan meyakini bawah kita ziarah kubur untuk mendoakan mereka bukan minta kepada mereka.
Kedua, Hendaknya mengucapkan salam kepada penghuni kubur yang muslim.
Ketika kita sudah sampai di pemakaman hendaknya kita membaca salam seperti di bawah ini
لسَّلاَمُ عَلَى اَهلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ اَنْتُمْ لَنَا فَرْطٌ وَنَحْنُ اِنْ شَآءَ اللهُ بِكُمْ
لاَحِقُوْنَ

Ketiga, Jangan lupa melepaskan sandal ketika berada didalam area pemakaman.
Sebaiknya kita di kuburan melepas sandal jika dikuburan tersebut benar benar tanah di pemakaman benar benar bersih dari duri atau yang membahayakan kaki.

Keempat, Tidak melakukan jalan-jalan diatas kuburan.
Di usahkan jangan jalan di atas kuburan lebih baik disamping samping kuburan.
Kelima, Hendaknya bersungguh-sungguh dalam mendoakan penghuni kubur (mayit).
Jangan bercanda di pemakaman jadikan kuburan itu sebagai pengingat kita semua untuk menambah ke imanan kepada Allah.

Keenam, jangan mencaci maki kuburan.
Untuk para penziarah perlu diperhatikan jangan mencaci maki kuburan sekalipun orang yang di kubur itu perbuatanya tidak baik semasa hidupnya, karena mereka sudah meninggal sebaiknya di doakan yang baik, mudah mudahan di ampuni dosanya.

Nah itulah 6 adab berzirah kubur yang hendaknya kita lakukan ketika berada diarea pemakaman. 
Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

Wednesday

Hukum Hadiah Bacaan Al Qur'an Di Kuburan

Hukum Hadiah Bacaan Al-Qur'an Di Kuburan 
Hukum Baca Al Quran Di Kuburan seperti Baca Yasin Di Kuburan Hukum Mengaji Di Makam Dan Hukum Tahlil Di Kuburan, bagaimana pendapat ulama.

Ulama ahli fikih sepakat, amalan orang yang masih hidup, yang ditunjukan kepada orang yang telah meninggal, berpahala sama. Amalan itu tidak sebatas mendoakan, tetapi juga amalan-amalan lain seperti sedeka, membaca al-qur’an dan membayar qodo puasa untuk mayit.

Dalam kitab “hujjah ahli As-sunah wal-jama’ah” dijelaskan, masalah membaca ayat al-qur’an untuk mayit terjadi perpedaan pendapat antara ulama.

Menurut Madzab Malikiyah, hal itu makruh. Sedangkan mayoritas ulama mutaakhkhirin memperbolehkannya, dan pendapat itulah berlaku dikalangan kaum muslimin.

Dalam hadis Nabi Muhammad SAW : sesungguhnya beliau telah bersabda, yang artinya : “Barangsiapa yang melewati kuburan dan membaca surat al-Fatihah sebelas kali, kemudian menghadiahkan pahalanya kepada orang yang sudah mati, maka diberikan kepadanya pahala dengan hitungan orang yang telah meninggal tadi,”

(dikutip dari buku Dialog Problematika Umat : KH.MA.Sahal Mahfudh)

Tata Cara Ziarah Kubur Menurut Sebagian Ulama

Tata Cara Ziarah Kubur ke Para Waliyullah, Guru-guru, Orang Tua Saudara - saudara Muslim


MARTIZAINFO_ Tata Cara Ziarah Kubur Menurut Islam Kata “ziarah” menurut bahasa berarti menengok, kalau  ziarah kubur artinya menengok kubur. Sedang menurut Islam, ziarah kubur itu datang ketempat makam dengan maksud untuk mendoakan kepada orang yang sudah meninggal dunia yang dikubur dalam perkuburan orang muslim dan mengirim pahala untuknya atas bacaan ayat-ayat Al-Quran dan kalimah-kalimah thayyibah, seperti tahlil, tahmid, tasbih, shalawat dan lain-lain.
Adapun tata cara ziarah kubur  adalah sebagai berikut :
1.Hendaknya berwudhu lebih dulu sebelum menuju ke Makam untuk berziarah.
2.Setelah sampai di Makam (Kuburan), hendaklah memberi salam serta mendo’akan ahli kubur. Dengan Menucapkan salam terlebih dahulu seberti berikut ini:

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ اَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَاِنَّا اِنْ شَآءَاللهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ. اَنْتُمْ لَنَا فَرَطٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ اَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Artinya : Semoga kesejahteraan atas kalian, wahai ahli kubur dari golongan kaum Mukminin dan Muslimin, dan kami insya Allah juga akan menyusul kalian. Kalian telah mendahului kami dan kami akan mengikuti kalian. Aku memohon kepada Allah untuk kami dan untuk kalian supaya diberi kesejahteraan. (HR. Muslim, An-Nasa’I dan Ibnu Majah)


3. Ketika  sampai pada makam yang dituju, kemudian menghadap ke arah muka Jenazah (ke arah timur), seraya mengucapkan salam khusus :
a. Kepada seorang laki-laki :

اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَا………………(فُلَانْ بِنْ فُلَانْ) اَسْأَلُ اللهَ لِيْ وَلَكَ الْعَافِيَةَ وَيَغْفِرُاللهُ لِيْ وَلَكَ الذُّنُوْبَ
Artinya : Semoga keselamatan tetap tercurah kepadamu wahai……………(Fulan bin Fulan).  Saya mohon kepada Allah untuk aku dan untuk kamu kesejahteraan dan semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dan dosa-dosamu.
b. Kepada seorang perempuan.

اَلسَّلَامُ عَلَيْكِ يَا………………( فُلَانَةْ بِنْتِ فُلَانْ ) اَسْأَلُ اللهَ لِيْ وَلَكِ الْعَافِيَةَ وَيَغْفِرُاللهُ لِيْ وَلَكِ الذُّنُوْبَ

Artinya : Semoga keselamatan tetap tercurah kepadamu wahai……………(Fulanah binti Fulan).  Saya mohon kepada Allah untuk aku dan untuk kamu kesejahteraan dan semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dan dosa-dosamu.
c. Kepada Bapak sendiri.

 اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَااَبِيْ، اَسْأَلُ اللهَ لِيْ وَلَكَ الْعَافِيَةَ وَيَغْفِرُاللهُ لِيْ وَلَكَ الذُّنُوْبَ

Artinya : Semoga keselamatan tetap tercurah kepadamu wahai ayahku. Saya mohon kepada Allah untuk aku dan untuk kamu kesejahteraan dan semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dan dosa-dosamu.
d. Kepada Ibu sendiri.

 اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ يَااُمِيْ، اَسْأَلُ اللهَ لِيْ وَلَكِ الْعَافِيَةَ وَيَغْفِرُاللهُ لِيْ وَلَكِ الذُّنُوْبَ.

Artinya : Semoga keselamatan tetap tercurah kepadamu wahai ayahku. Saya mohon kepada Allah untuk aku dan untuk kamu kesejahteraan dan semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dan dosa-dosamu.
e. Kepada Bapak dan Ibu.

 اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمَا يَاوَالِدَيَّ، اَسْأَلُ اللهَ لِيْ وَلَكُمَا الْعَافِيَةَ وَيَغْفِرُاللهُ لِيْ وَلَكُمَا الذُّنُوْبَ

Artinya : Semoga keselamatan tetap tercurah kepadamu bedua wahai ayah dan ibu. Saya mohon kepada Allah untuk aku dan untuk kalian berdua kesejahteraan dan semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dan dosa-dosa kalian berdua.
4.  Kemudian menghadap ke arah kiblat, lalu bacalah ayat-ayat atau surat-surat Al-Quran seperti surat Yasin, ayat kursi atau bacalah tahlil dan dzikir-dzikir yang  lain.
5.  Setelah itu membaca do’a. Maksudnya bukan minta kepada kuburan, tetapi memohon kepada Allah untuk dirinya dan orang yang diziarahi. Bila berziarah ke makam para Wali dan Ulama’, berdo’a untuk dirinya dan dengan washilah (perantaraan) para Wali dan Ulama’, dengan harapan do’anya mudah terkabul berkat wasilah kepada Kekasih Allah tersebut.

Itulah tata cara ziarah kubur mudah mudahan bermanfaat.

Tuesday

Hukum Wanita Berziarah Kubur Menurut Hadis

Hukum Berziarah Kubur
Ada satu pertanyaan : " Bagaimana hukumnya seorang wanita yang berziarah kubur menurut Islam?..pertanyaan seperti itu sering dijawab oleh beberapa ulama diindonesia.

Disini saya hanya ingin mengutup sedikit tentang bagaimana hukum wanita berziarah kubur menurut hadis Nabi Muhammad SAW. walaupun ada beberapa pendapat hukum wanita ziarah kubur ada yang berpendapat tidak boleh dan ada yang berpendapat boleh.

Saya disini tidak akan membahas ulama mana yang memperbolehkan wanita berziarah kubur / wanita yang tidak boleh berziarah kubur. tetapi saya akan mengkutip satu hadis Nabi yang menyatakan hal itu. tinggal kita nanti menyimpulkan bagaimana hukum bagi wanita yang berziarah kubur menurut hadis Nabi Muhamad.

Berikut hadis nabi yang menjelaskan tentang itu :
Artinya : Dan dari Abdullah Ibn Abi Malik, Bahwa Siti Aisyah suatu hari datang dari kuburan, maka saya tanya dia: ya Ummul Mu'minin, dari mana anda datang? Dia Jawab : dari kuburan saudaraku, Abdurrahman. saya tanya lagi kepadanya: Bukankah Rasulullah saw telah melarang ziarah kubur? jawab Dia : Memang, asalnya beliau melarang berziarah kubur, tetapi kemudian meyuruh menziarahinya. ( HR.Al-Hakim dan Ibnu Hibban )

Dalam hadis diatas menunjukan bahwa seorang wanita diperbolehkan untuk berziarah kubur tentunya harus ada yang diperhatikan bagi si wanita yang hendak berziarah antara lain dia bisa menjaga keimananya, keyakinanya atau fitnah serta hal hal yang dapat menimbulkan kemusyrikan, misalnya menangis dan meratapi dikuburan, atau mencabik cabik bajunya dan sebaginya. hal itu yang menjadikan ahirnya ada beberapa ulama melarang.

Mamang dulu Nabi melarang wanita untuk berziarah kubur, hal itu karena dikawatirkan akan menimbulkan kemusyrikan dan kekufuran pada Allah, selain itu wanita pada masa dulu memiliki keimanan yang tipis, hal itu disebabkan mereka baru masuk islam. akan tetapi setelah melihat perkembangan wanita dimasa berikutnya sudah mempunyai keyakinan atau keimanan yang kuat kepada Allah. juga pengamalan ajaran ajaran islam semakin tinggi, maka Nabi menyuruh,  / memperbolehkan para wanita untuk berziarah kubur, karena hal itu sangatlah bermanfaat bagi mereka untuk mengingatkan dirinya akan kematian ( alam kubur ).