Showing posts with label Sekilas Tegal. Show all posts
Showing posts with label Sekilas Tegal. Show all posts

Wednesday

Tempat Wisata Bumijawa Di Tegal Jawa Tengah

Tempat Wisata Bumijawa Di Tegal Terbaru
Wisata Bumijawa Di Tegal Yang Terkenal antara lain Bukit diatas awan / Bukit Bulak Cempaka / Wisata Tuk Mudal. Tegal adalah sebuah daerah yang ada di jawa tengah. Yang memiliki banyak aneka ragam tempat wisata alam dan kuliner, dan baru - baru ini di daerah tegal tepatnya di desa cempaka, kecamatan Bumijawa dalam rangka mengenalkan tempat wisata wisata di desa yang begitu menarik, indah dan sejuk . dalam rangka itu diadakan acara vestival dengan nama " Bumijawa Festival 2018"

Acara tersebut Sebuah upaya memperkenalkan desa wisata dan budaya di Kabupaten Tegal kepada dunia luar. 
Di bumijawa tempatnya didesa cempaka kemarin berlangsung Mengadakan acara "Bumijawa Festival 2018, 3-4 Februari 2018 berjalan dengan lancar.

Desa Cempaka Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal sekarang menjadi desa wisata di kabupaten tegal, lengkap sudah tempat wisata di tegal.
Baca Juga : Tempat Wisata Di Tegal Yang Terkenal

Hal ini adalah suatu kebanggaan bagi masyarakat tegal kususnya masyarakat bumijawa. karena sebentar lagi akan di kenal seluruh dunia seperti pulau Bali. aamiin.
Ada beberapa wisata di desa cempaka, bumijawa  yang dikenalkan antara lain.

1.  Bukit diatas awan. tempat ini tepatnya di Kampong Bamboo Desa, Cempaka, Bumijawa, Tegal, Jawa tengah. 

2.  Bukit Bulak Cempaka (BBC) yang menjadi salah satu tujuan favorit anak muda untuk berswafoto atau selfie.

3. Wisata Tuk Mudal nama sumber mata air bersih yang alami ini terletak di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal. Sekitar 6,3 KM jika dari pasar linggapura dan 10 KM jika dari obyek wisata Guji Diberikan nama Tuk Mudal dari bahasa jawa yang artinya Sumber air yang besar dan keluarnya kuat, sehingga air tersebut nampak seperti ada dorongan dari bawah. Mata air ini digunakan oleh warga sekitar untuk keperluan sehari-hari.  Suasana yang asri dan sejuk membuat kita betah berlama-lama di sini. Meskipun tempat ini sederhana, namun kita bisa melihat banyak pohon rindang dan pegunungan yang mengelilingi mata air ini. Meskipun tidak terlihat jernih, namun suhu air di sini dingin lho, mengingat lokasinya berada di dataran tinggi

Itulah wisata yang antara lain yang ada di desa cempaka bumijawa yang dikenalkan.
Untuk tempat wisata di kota tegal sendiri cukup banyak.

Thursday

Asal Usul Sejarah Kota Tegal Di Jawa Tengah

Sejarah Kota Tegal
MARTIZAINFO_ Sebagai masyarakat tegal wajib baca sejarah kota tegal agar lebih mencintai daerahnya sendiri. Nama Tegal Berasal Dari nama Tetegal, tanah subur yang mampu menghasilkan tanaman pertanian (Depdikbud Kabupaten Tegal, 1984) Sumber lain menyatakan, nama Tegal dipercaya berasal dari kata Tetegual. Sebutan yang diberikan seorang pedagang asal Portugis yaitu Tome Pires yang singgah di Pelabuhan Tegal pada tahun 1500–an.
Baca Juga : Tempat Wisata Di Tegal
Kabupaten Tegal berdiri pada tanggal 18 Mei 1601 pada saat Ki Gede Sebayu diangkat sebagai juru demung di Tegal oleh Sultan Mataram, dan mulai membangun daerah ini.
Siapa itu Ki Gede Sebayu?
Pendiri Tegal Ki Gede Sebayu adalah keturunan darah bangsawan dari Batoro Katong atau Syech Sekar Delima (Adipati Wengker Ponorogo). Ayahnya bernama Pangeran Onje (Adipati Purbalinga). Sejak kecil, Ki Gede Sebayu diasuh oleh eyangnya yaitu Ki Ageng Wunut yang selama hidupnya menekuni Agama Islam. Hal ini membawa dampak bagi perkembangan Ki Gede Sebayu yang tumbuh menjadi anak yang berperilaku ramah dan santun. Setelah menginjak dewasa, Ki Gede Sebayu oleh ayahnya disuwitakan di Keraton Pajang yaitu Kasultanan Adiwijaya. sebagai prajurit tamtama sehingga Ki Gede Sebayu memperoleh pendidikan keprajuritan dan ilmu kanuragan. Ketika Aryo Pangiri berkuasa menggantikan Kesultanan Pajang, Ki Gede Sebayu pergi meninggalkan Pajang menuju Desa Sedayu. Ki Gede Sebayu mempunyai 2 orang anak yaitu Raden Ayu Rara Giyanti Subhaleksana menikah dengan Ki Jadug (Pangeran Purbaya) dan Raden Mas Hanggawana. Ketokohan Ki Gede Sebayu mulai nampak ketika terjadi perang antara Kerajaan Pajang dan Jipang. 

Ki Gede Sebayu bergabung dengan prajurit Mataram bersama Pangeran Benowo untuk menyingkirkan Aryo Pangiri. Ketika itu Ki Gede Sebayu dengan tombak pendeknya menyerang prajurit Pajang sehingga banyak yang tewas dan akhirnya Aryo Pangiri menyerah dan diusir dari Keraton Pajang. Kemudian Keraton pajang diserahkan kepada Pangeran Benowo. Setelah selesai pertempuran (1587), Ki Gede Sebayu dan pengikutnya memutuskan untuk melakukan perjalanan ke arah barat dan sampai di Desa Taji (wilayah Bagelan) disambut oleh Demung Ki Gede Karang Lo. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Banyumas (Kadipaten Purbalingga) untuk ziarah ke makam ayah Ki Gede Sebayu dan akhirnya sampai di Desa Pelawangan kemudian menyusuri pantai utara ke arah barat dan sampailah di Kali Gung (Padepokan Ki Gede Wonokusumo). Kedatangan Ki Gede Sebayu bersama rombongan yang bermaksud “mbabat alas” membangun masyarakat tlatah Tegal disambut gembira oleh Ki Gede Wonokusumo.

Ki Gede Sebayu mulai menyusun rencana dan strategi untuk melakukan pembangunan yaitu :
  1. Mengatur penempatan para pengikutnya sesuai dengan ketrampilan dan keahlian. seperti Ahli kerajinan dan pertukangan ditempatkan di pusat perniagaan dan perdagangan. Ahli pertanian ditempatkan di daerah pertanian yaitu dataran rendah dan tinggi . Ahli kemasan, ahli tenun (termasuk keluarga Ki Gede Sebayu)
  2. Mencoba membudidayakan pertanian basah (persawahan irigasi) dengan membuat bendungan Kali Gung untuk mengairi persawahan penduduk dengan nama Bendungan Wangan Jimat, selain itu membuat Kali Jembangan, Kali Bliruk dan Kali Wadas yang terletak di Dukuh Kemanglen dengan sebutan Grujugan Curug Mas. 
  3. Untuk memenuhi kebutuhan rohani, Ki Gede Sebayu membangun masjid dan pondok pesantren di Dukuh Pesantren sebagai tempat kegiatan agama. Di sinilah diajarkan cara membaca Al-Qur’an, pengajian yang mengajarkan kewajiban muslim dalam menjalankan agamanya. 
  4. Memberikan penamaan terhadap wilayah sesuai dengan kondisi daerah, seperti : Danawarih yang berarti memberi air, Slawi berarti tempat berkumpulnya para satria yang berjumlah selawe atau dua puluh lima yang dalam perkembangannya menjadi pusat kekuasaan (pangreh praja) di Kabupaten Tegal.
Ide dan pemikiran Ki Gede Sebayu memberikan banyak kemajuan bagi masyarakat Para petani dapat memanfaatkan alat-alat pertanian dengan adanya hasil kerajinan pandai besi. Pasar perdagangan semakin ramai karena banyak masyarakat yang memiliki ketrampilan pertukangan kayu, menjahit, pembuatan alat dapur dari tembaga, pertukangan emas dan sebagainya. Taraf hidup masyarakat meningkat dengan didukung pembuatan jalan desa, pembangunan rumah penduduk yang dilakukan secara gotong royong , mengatur keamanan secara bersama-sama. Atas keberhasilannya dalam membangun Tegal maka pada tahun 1601 M atau 1523 Caka, Ingkang Sinuwun Kanjeng Panembahan Senopati Mataram mengangkat Ki Gede Sebayu sebagai Juru Demung (Penguasa Lokal di Tlatah Tegal) dengan pangkat Tumenggung setingkat Bupati. 

Ki Gede Sebayu Tegal   Identitas Kabupaten Tegal dijiwai oleh semangat kejayaan Ki Gede Sebayu dalam membangun tlatah tegal. Sebagaimana tertera dalam buku silsilah raja-raja se-Tanah Jawa. Ki Gede Sebayu adalah keturunan bangsawan yang bernama Bathara Katong Adipati Ponorogo dan dia adalah putra ke-22 dari 90 bersaudara, kemudian Ki Gede Sebayu mempunyai 2 orang anak yaitu : Raden Ayu Giyanti Subalaksana itri dari Pangeran Selarong (Pangeran Purboyo), dan Ki Gede Honggowono ayah dari Ki Gede Hanggowono Seco Menggolo Jumeneng Tumenggung Reksonegoro Ke-I yang dimakamkan di Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru. 

Ki Gede Sebayu banyak pengabdiannya pada Pemerintah Kanjeng Sultan Adiwijaya, penguasa Pajang. Setelah Sultan Pajang meninggal, keadaan pemerintahan menjadi sangat kisruh dan banyak yang menjadi korban. Melihat kondisi negeri seperti itu Ki Gede Sebayu beserta keluarganya meninggalkan negeri Pajang ke negeri Mataram, bermaksud sowan kepada Kanjeng Panembahan Senopati untuk menyampaikan rencana urbanisasi ke tlatah pesisir utara yaitu di tlatah Teggal. Dengan restu dari Panembahan Senopati, Ki Gede Sebayu pergi ke tlatah Tegal yang diikuti oleh 40 pasangan keluarga terpilih yaitu mereka yang memiliki keahlian di berbagai bidang keterampilan. Setelah menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan akhirnya rombongan Ki Gede Sebayu sampai di tepian Kali Gung dan disambut oleh Ki Gede Wonokusumo, yaitu sesepuh dan penanggung jawab makam Pangeran Drajat (Mbah Panggung). 

Mengetahui tujuan mulia dari kedatangan Ki Gede Sebayu ke tlatah Tegal yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka Ki Gede Wonokusumo dengan tulus ikhlas membantu menata rombongan Ki Gede Sebayu dengan menitipkan keluarga-keluarga dari rombongan itu ke daerah-daerah sepanjang Kali Gung sesuai bidang-bidang keahlian masing-masing dan berakhir di Dukuh Karangmangu Desa Kalisoka (Kecamatan Dukuhwaru-sekarang) sesuai bidang keahlian yang dimilikinya. Kedatangan keluarga dari rombongan Ki Gede Sebayu di masing-masing daerah itu dapat memotivasi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan daerahnya. Kegiatan yang dilakukan oleh keluarga dari rombongan Ki Gede Sebayu adalah meningkatkan kemampuan dan keahlian masyarakat, antara lain : pembudidayaan tanaman pangan, kerajinan emas dan tenun kain selendang. 

Di bidang kerohanian, didirikan pondok pesantren yang sampai sekarang masih terkenal. Menyikapi perkembangan peningkatan kesejahteraan rakyatnya yang belum tampak nyata, sedangkan sebagian besar bermata pencaharian tani ladang ( tanah kering ) yang hasilnya kurang menguntungkan. Ki Gede Sebayu beserta dua orang pengikut setianya, Ki Sura Lawayan dan Ki Jaga Sura berjalan sepanjang tepi Kali Gung ke selatan sampai di suatu igir gunung selapi. Dan muncullah niat membangun bendungan untuk mengalirkan air dari Kali Gung ke persawahan. Perkembangan selanjutnya, dengan keberhasilan pembangunan yang dilakukan oleh Ki Gede Sebayu beserta pengikut dan masyarakat sekitarnya dalam membendung Kali Gung hingga menjadi sumber pengairan bagi pertanian di daerah sekitarnya yang kemudian disebut Bendungan Danawarih, daerah Tegal yang maju pesat ini, gaungnya sampai ke negeri Mataram. 

Kemudian atas jasa-jasa Ki Gede Sebayu dalam membangun tlatah Tegal, oleh Ingkang Sinuhun Kanjeng Panembahan Senopati Sayyidin Penata Gama Ratu Bimantoro di negeri Mataram diangkat menjadi Juru Demang setarap dengan Tumenggung di Kadipaten Tegal pada Rabu Kliwon tanggal 18 Mei 1601 Masehi atau tanggal 12 Robiul Awal 1010 Hijriyah atau 1524 Caka. Dengan berpedoman inilah disepakati sebagai HARI JADI KABUPATEN TEGAL dan sekaligus KI GEDE SEBAYU dijadikan tokoh pendiri atau anutan masyarakat Kabupaten Tegal karena: 
  1. Taat dan taqwa kepada Allaw SWT  
  2. Sebagai tokoh pembangunan pertama di tlatah Tegal  
  3. Ki Gede Sebayu adalah pemimpin kharismatik 
  4. Merupakan cikal bakal pemimpin di tlatah Tegal yang banyak menurunkan Bupati di Kabupaten Tegal dan Brebes.  
  5. Makam Ki Gede Sebayu di wilayah Kabupaten Tegal yaitu Desa Danawarih.
Ki Gede Sebayu merupakan keturunan trah Majapahit. Pada saat terjadi pergolakan perebutan kekuasaan dia lebih memilih diam. Bahkan pada saat suasana makin kacau, Ki Ageng Ngunut (kakek Sebayu) mendesak Ki Gede Sebayu agar menyelamatkan Kerajaan Pajang. Namun, Ki Gede Sebayu menolak. Melihat penderitaan manusia akibat perebutan kekuasaan antar keluarga itu tidak kunjung reda, Ki Gede Sebayu malah pilih pamit untuk menyingkir ke barat. Dia melepas atribut kebangsawanannya dan mengembara mencari hakikat hidup. Sampailah dia di sebuah daerah penuh ilalang, padang rumput luas dengan sungai besar yang dialiri air bening sampai muara laut utara. Dia terperangah melihat hamparan padang rumput luas yang nyaris tak berpenghuni itu. Di sana hanya ada beberapa bangunan semipermanen yang dihuni sejumlah santri dan sebuah makam keramat. 

Makam tersebut adalah tempat jenazah Sunan Panggung atau Mbah Panggung dikebumikan. Terbersitlah di dalam benak Ki Gede Sebayu untuk mengajari warga pesisir itu bercocok tanam. Dia merasa menemukan persinggahan yang menjanjikan, sehingga menghentikan pengembaraannya. Diajaknya warga setempat membabat alang-alang agar jadi tegalan. Selain itu, dia juga membuat bendungan di hulu sungai daerah Danawarih untuk dijadikan sumber air irigasi. Sementara itu, Pangeran Benowo diangkat menjadi raja Pajang. Dia membutuhkan sepupunya, yang tak lain adalah Ki Gede Sebayu, untuk menjadi patih. 

Pangeran Benowopun mengutus sejumlah prajurit untuk mencari Ki Gede Sebayu. Di Desa Tegal, tempat Sebayu bermukim, sepupu Pangeran Benowo itu ditemukan. Namun karena Ki Gede Sebayu tidak mungkin meninggalkan rakyat Tegal, maka Pangeran Benowo melantik dia menjadi juru demang atau sesepuh Desa Tegal. Anugerah sebagai sesepuh desa diberikan pada malam Jumat Kliwon, 15 Sapar Tahun 988 Hijriah, atau tahun 588 EHE. Waktu itu bertepatan dengan 12 April 1580 Masehi.
Nama Bupati Tegal Dari Pertama
Dari zaman Mataram s.d. Hindia Belanda
  1. Ki Gede Sebayu (Juru Demung) setingkat dengan Bupati (1601 - 1620) Dimakamkan di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang. 
  2. Ki Gede Honggowono (Juru Demung) setingkat dengan Bupati (1620 - 1625) Dimakamkan di Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru. 
  3. Pangeran Adipati Arya Martoloyo "Adipati Tegal Pertama" (1625 - 1678). 
  4. Tumenggung Sindurejo alias Pranantaka alias Gendowor (1678 - 1679). 
  5. Tumenggung Honggowono alias Adipati Reksonegoro I (1679 - 1680). 
  6. Tumenggung Secowijoyo (1680 - 1697). 
  7. Tumenggung Secomenggolo (1697 - 1700). 
  8. Raden Mas Tumenggung Tritonoto (1700 - 1702). 
  9. Tumenggung Bodroyudho Secowardoyo I alias Adipati Reksonegoro II (1702 - 1746). 
  10. Tumenggung Bodroyudho Secowardoyo II alias Adipati Reksonegoro III (1746 - 1776) Dimakamkan di Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru. 
  11. Tumenggung Kartoyudho alias Adipati Reksonegoro IV (1776 - 1800). 
  12. Raden Mas Panji Haji Cokronegoro IV (1800 - 1816) Dimakamkan Di Desa Semedo, Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal. 
  13. Tumenggung Surenggono (1816) Meninggal sesudah diangkat sebagai Tumenggung. 
  14. Tumenggung Surodiwongso alias Tumenggung Suronegoro (1816 - 1819). 
  15. Tumenggung Secomenggolo (1819 - 1821). 
  16. Raden Mas Arya Haji Reksonegoro VI (1821 - 1857). 
  17. Tumenggung Sosronegoro (1857 - 1858). 
  18. Raden Mas Ronggo Surodipuro (1858 - 1862). 
  19. Raden Tumenggung Widyoningrat (1862 - 1864). 
  20. R. Tumenggung Panji Sosrokusumo (1864 - 1869). 
  21. R.M. Ore (R.M.A. Reksonegoro VII) (1869 - 18...). 
  22. R.M. Kis (R.M.A. Reksonegoro VIII) (... - 1903) Dimakamkan Di Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna. 
  23. R.M. Suyitno (R.M.A. Reksonegoro IX) (1903 - 1929). 
  24. R.M. Susmono (R.M.A. Reksonegoro X) (1929 - 1935). 
  25. J. Patih R. Subiyanto (1935 - 1937). 
  26. R. Tumenggung Slamet Kertonegoro (1937 - 1942). 
  27. Dari zaman Penjajahan Jepang, Orde Lama, Orde baru dan Reformasi 
  28. Mr. Moh. Besar Mertokusumo (merangkap Burgermester) (1942 - 1944). 
  29. Raden Sunaryo (1944 - 1945). 
  30. Kyai Abu Sujai "Sebagai Ulama Pertama yang menjadi Bupati" (1945 - 1946) Dimakamkan Di Desa Talang, Kecamatan Talang. 
  31. Prawoto Sudibyo (1946 s.d. 1948)R. Soeputro (1948 s.d. 1949) 
  32. R.M. Susmono Reksonegoro (1949 s.d. 1950) 
  33. R.M. Sumindro (1950 s.d. 1955) 
  34. R.M. Projosumarto (1955 s.d. 1960) 
  35. Sutoro (1960 s.d. 1966) 
  36. Munadi (Januari 1966 s.d. Desember 1966) 
  37. R. Sutarjo (Desember 1966 s.d. Desember 1967) 
  38. Letkol.R. Supandhi Yudodharmo (1967 s.d. 1973) 
  39. Letkol. R. Samino Sastrosuwignyo (1973 s.d. 1977) 
  40. Drs. Herman Sumarmo (Ymt) (1977 s.d. 1978) 
  41. Hasyim Dirjosubroto (1978 s.d. 1989) 
  42. Drs. H. Wienachto (1989 s.d. 1991) 
  43. Drs. Sudiatno (Januari 1991 s.d. Agustus 1991) 
  44. Drs. H. Soetjipto (Agustus 1991 s.d. Juli 1998) 
  45. Drs. Setiawan Sadono (Plt) (Juli 1998 s.d. Juni 1999) 
  46. Drs. H. Soediharto (Juni 1999 s.d. Januari 2004) 
  47. Agus Riyanto, S.Sos, M.M. (Januari 2004 s.d. Agustus 2011) 
  48. H.M. Heri Soelistiawan, S.H., M.Hum. (Agustus 2011 s.d. Mei 2013) 
  49. Drs. Haron Bagas Prakosa, M.Hum. (Plt. Bupati Tegal) (Mei 2013 s.d. Juni 2013) 
  50. Ir. Satriyo Widodo (Plt.) (Juni 2013 s.d. Oktober 2013) 
  51. Ki Enthus Susmono, Ph.D. (Oktober 2013 - Sekarang)
Sumber (https://id.wikipedia.org)

Wednesday

Makam Keramat Sesepuh Ditegal

Makam Keramat Di Sekitar Kota Tegal
MARTIZAINFO_ Tempat Makam Wali Allah Di Tegal / Slawi atau sering di sebut Makam yang memiliki keramat, Tegal adalah salah satu kabupaten yang ada dijawa tengah.

Dimana memiliki banyak cagar budaya yang masih dilestarikan, terutama makam makam orang orang soleh yang ada di tegal yang kita kenal dengan para waliyullah yang ada ditegal, bahkan mereka setiap tahunya diadakan haul dengan pengajian akbar yang para pengunjungnya pun berbagi daerah yang ada diindonesia.

Di Tegal memiliki banyak para wali yang menyebarkan agama Islam, sampai sekarang makam beliau masih selalu ramai dikunjungi warga tegal kususnya, mereka terkenal dengan kewalian-nya. berikut beberapa tempat makam wali Allah yang ada di Tegal jawa tengah Yang terkenal memiliki keramat antara lain:

Ki Gede Sebayu

Menurut silsilah, Ki Gede Sebayu keturunan darah bangsawan dari Batoro Katong atau Syech Sekar Delima (Adipati Wengker Ponorogo). Ayahnya bernama Pangeran Onje (Adipati Purbalinga). Sejak kecil, Ki Gede Sebayu diasuh oleh eyangnya yaitu Ki Ageng Wunut yang selama hidupnya menekuni Agama Islam.
Beliau adalah sosok pendiri kabupaten tegal, yang sekaligus penyebar agama islam di tanah tegal yang terkenal dengan kesaktianya dan kewalinya di tanah tegal.
Makam beliau ada di Desa Danawarih Kec. Balapulang Kab. Tegal

Pangeran Angawana

Ki Ageng Anggawana merupakan tokoh di balik berdirinya Kota Tegal, dan yang memimpin Tegal sepeninggal ayahnya, Ki Gede Sebayu, sejak 1620 hingga 1625, 
Baca Juga : Buku Aku Yakin Menjadi Kaya
Di samping Makam Ki Ageng Anggawana, terdapat masjid wali atau masjid kesepuhan yang menjadi pusat peribadatan masyarakat sekitar atau para peziarah. Setiap malam Jumat Kliwon, makam ini selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, bahkan saat fenomena politik sudah terjadi, banyak tokoh-tokoh daerah, Bupati atau Calon Bupati, calon DPR, berziarah mengunjungi kedua makam ini
Makam Pangeran Hanggawana Desa Kalisoka, Kec Dukuhwaru.

Pangeran Purbaya

Pangeran Purbaya merupakan putera Sultan Agung dari Kerajaan Mataram dan sebagai menantu Ki Gede Sebayu, dengan memperistri  Raden Rara Giyanti. Sebelum menjadi menantu Ki Gede Sebayu beliau  meningkatkan ilmunya, berguru kepada Ki Gede sebayu di Karangmangu.

Sejarah peningaalan Pangeran Purbayaan atara lain membangun masjid jami’ di Padepokan Pesantren Desa Kalisoka. Yang sampai sekarang tidak pernah sepi pengunjung dari berbagai daerah baik tegal maupun luar daerah tegal.
Pangeran Purbaya dimakamkan di Desa Kalisoka Kecamatan Dukuhwaru.

Mbah Panggung atau Sayyid Syarif Abdurrahman 

Mbah Panggung atau Sayyid Syarif Abdurrahman,  salah satu tokoh yang tidak pernah lepas dari bahasan sejarah Tegal. Di mana ada literatur yang membahas mengenai sejarah Tegal, Mbah Panggung sosoknya hampir tidak pernah terlewatkan. 

Tempat makamnya ada Di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal teradapat entah makam atau petilasan dari Mbah Panggung, namun warga sekitar meyakin bahwa di tempat tersebut merupakan makam Mbah Panggung.
Tempat makam : Jl. Kh. Zaenal Arifin No.3, Panggung, Tegal Tim., Kota Tegal, Jawa Tengah 52122

KH. Armia

Beliau adalah Pendiri Pon Pes Attauhidiyyah Didirikan oleh KH. Armia pada tahun 1880, di desa Cikura, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Desa Cikura yang konon awalnya bernama desa Pemulian, kemudian berubah nama menjadi desa Syukura/ Cikura.

KH. Sa’id bin KH. Armia

KH. Sa’id bin KH. Armia adalah seorang waliyullah dari Tegal, Jawa Tengah. Beliau adalah seorang Kyai yang zuhud dan wira’i. Dalam kehidupan rumah tangganya serba pas-pasan tidak muluk-muluk laiknya para Pejabat yang serba mewah, padahal beliau sang Kyai adalah Kyai terkenal dan sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Attauhidiyyah Giren,

KH. Said adalah seorang ulama dan waliyullah yang wafat pada tahun 1974, dan dimakamkan tak jauh dari Ponpes At Tauhidiyyah, Giren, Talang, Tegal. Setiap tahun, di Ponpes ini diadakan Haul KH. Said bin KH. Armia yang dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai daerah di Nusantara.

Makam Al Habib Muhammad Bin Thohir Al Haddad Tegal

Makam Al Habib Muhammad Bin Thohir Al Haddad, Kraton, Tegal Bar., Kota Tegal, Jawa Tengah 52112.

Itulah bebrapa waliyullah yang ada di daerah tegal yang sudah tidak asing lagi dikalangan orang tegal sendiri, sebetulnya masih banyak wali Allah yang ada di daerah tegal yang belum saya sebutkan, mudah mudahan sedikit bisa membantu anda yang hendak berziarah ke makam beliau untuk mencari barohkah dari Allah melalui para wali-Nya.

Refrensi Untuk Wisata Di Pantai Alam Indah Tegal

Wisata Keluarga Pantai Alam Indah Tegal Yang Sangat Populer
MARTIZAINFO_ Pantai Alam Indah (disingkat PAI) adalah objek wisata pantai yang berlokasi di Kota Tegal, Jawa Tengah. Tempat rekreasi ini dikelola oleh Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata. Dengan panjang sekitar 500 meter, mulai dari area Pelabuhan Tega. 

Jika anda berwisata di tegal sempatkanlah Berkunjung ke pantai alam indah ( PAI), rasanya kurang lengkap jika belum berkunjung ke Pantai Alam Indah. 
Baca Juga : Oleh oleh khas Tegal Yang populer
Anda bisa mengunjungi pantai ini yang terletak tidak jauh dari pusat kota. Ada banyak kegiatan menarik di sana. Tempat wisata ini menyediakan pemandangan alam pantai.

Momen Liburan Bersama Keluarga Di Pantai Alam Indah Tegal Momen yang indah saat liburan sekolah bersama keluarga untuk menghilangkan kejenuhan pikiran adalah berzikir kepada Allah Dari segi Rohani, tetapi sebagai manusia biasa saya juga ingin mencari hiburan sebagaimana manusia pada umumnya yaitu liburan wisata alam.
Baca Juga : 6 Tempat Wisata Di tegal yang terkenal
Saya Sebagai orang tegal tidak bingung mencari hiburan yang asik dan menarik karena di tegal banyak wisata alam yang sunggu indah baik guci air panasnya dan pemandanganya maupun di pantai tegal  yang indah yaitu PAI.

Liburan tahun baru 2017 saya pilih pantai alam indah kota tegal yang sudah tak asing lagi dengan sebutan PAI. Disini juga disediakan berbagai fasilitas hiburan bagi anak anak yang menarik,
Di Pantai Alam Indah kota Tegal memang mengasikan untuk anak anak terutama untuk bermain pasir di tepi pantai awalaupun panas terik matahari saat itu tak terasa karena ke asikan bermain pasir yang lembut.

Untuk tiket masuknya juga cukup murah Rp.3000 / perorang, 


Apa si Pantai Alam Indah Itu
Pantai Alam Indah (disingkat PAI) adalah objek wisata pantai yang berlokasi di Kota Tegal, Jawa Tengah. Tempat rekreasi ini dikelola oleh Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata.

Yang dilengkapi
Water boom
Area parkir yang luas
Rumah ibadah
Monumen Bahari
Anjungan
Kampung Seni
Panggung hiburan
Warung-warung di sepanjang pantai
Perahu wisata
Gardu pandang


Itulah pengalaman saya dan keluarga wisata di pantai alam indah di kota tegal.  

Monday

Oleh Oleh Khas Kota Tegal

Tempat Alamat Pusat oleh oleh khas Kabupaten Tegal dan Kota Tegal yang banyak dicari wisatawan.

MARTIZAINFO_ Tegal adalah salah satu daerah yang akan kaya wisata kuliner-nya terutama oleh oleh khas Tegal yang penuh dengan khas gurih dan renyah. Untuk alamat Penjual oleh oleh khas tegal bisa anda cek di webset saya.
Baca Juga : Tempat tempat wisata di tegal
Toko oleh oleh slawi

Jika anda berkunjung ke tempat wisata di Tegal jangan lupa bawa oleh oleh khas Tegal. jika Anda bingung oleh oleh khas tegal itu apa?....Jangan kawatir banyak oleh oleh khas tegal. 
Baca Juga : Samsung Galay A9 Pro Dengan Tampil Memikat 2016
Berikut saya akan kenalkan oleh oleh khas Tegal dan tempat-nya yang bisa anda peroleh untuk dijadikan oleh oleh wisata dari tegal. 
Tempat Toko Pusat Oleh oleh Khas Tegal yang ada di Slawi yaitu tempatnya ada di Taman Rakyat Slawi nama tokonya "TRASAMART" anda masuk saja didalam taman rakyat slawi sebelah kanan.
Pusat oleh oleh khas Tegal bisa juga anda didapat disekitar tempat wisata yang anda kunjungi. Oleh oleh khas Tegal biasanya berupa makanan maupun barang barang yang unik seperti barang yang unik di tegal yaitu Poci Tegal ukir.  semuanya bisa anda beli dan bawa pulang sebagai oleh oleh wisata dari Tegal yang sudah dinanti nanti keluarga anda.
Baca Juga : Sejarah Kota Tegal Jawa Tengah
Berikut beberapa oleh-oleh khas Tegal yang bisa anda pilih, antara lain :

Pilus Putih Kecil ( oleh oleh khas tegal )

Pilus oleh oleh khas  Tegal berbeda dengan pilus pada umumnya, Pilus khas tegal kecil rasanya gurih dan enak apalagi kalau buat dicampur dengan mie kuah atau bakso, sedapnya begitu terasa sekali maknyooos. Dan  jenis pilus khas Tegal hampir mirip dengan pilus-pilus pada umumnya. Mungkin beda dirasa pilus khas tegal lebih mengutamakan rasa gurih sehingga membuat orang ketagihan. 

Krupuk Antor ( oleh oleh khas tegal )
Baca Juga : Oleh-Oleh Khas Brebes
Krupuk dimana mana mungkin bisa kita menikmati tapi krupuk yang satu ini dari tegal memiliki khas rasa krupuk tersendiri yaitu namanya Kerupuk Antor, kerupuk antor ini sudah menjadi khas oleh-oleh Tegal yang banyak dijadikan oleh oleh orang yang berkunjung di Tegal. biasanya orang Tegal yang merantau didaerah lain sering membawakan oleh oleh kerupuk antor karena banyak yang pesan karena rasanya gurih. Kerupuk antor yang dimaksud ini bentuknya kecil warna agak coklat dan diolah dengan bumbu pasir yang buket kecoklatan yang menjadikan kerupuk antor ini rasa kurihnya terasa, proses pembuatannya yang tidak digoreng dengan minyak tetapi menggunakan pasir yang sudah dipilah pilih dibersihkan. Sehingga lebih sehat dan aman untuk anda konsumsi. walupun ketika makan ada terasa pasirnya tapi rasa gurihnya yang sangat terasa sekali membuat ketagihan Khas Oleh oleh Tegal
gambar krupuk antor .

Kacang Bogares ( oleh oleh khas tegal )
Baca Juga : Manfaat Buah Mengkudu
Kacang Bogares dikenal dengan kacang asin khas Tegal, kacang bogares ini pusatnya didesa bogares kecamatan pangkah, kacang bogares ini banyak diproduksi didesa tersebut, bahkan nama kacang bogares sendiri diambil dari nama desa bogares, jika anda berkunjung ke wisata di Tegal jangan lupa Tanya saja “DESA BOGARES” disini anda akan menemukan banyak jenis kacang bogares baik kacang yang sudah dikupas kulitnya maupun yang  masih ada kulitnya. Tinggal anda memilih, dan didesa tersebut juga dijadikan tempat pusat oleh oleh kacang bogares dan khas dari tegal yang lainnya. Rasa kacang bogares begitu gurih dan renyah terasa gurihnya buat cemilan paling enak.
Baca Juga : Manfaat Daun Kemangi 
Proses penjemuran kacang bogares sedang dikunjungi TK Ananda Mandiri Slawi



Toko Penyedia Kacang Bogares

Poci tanah liat ( oleh oleh khas tegal )
Tidak ketinggalan pula oleh oleh khas Di Tegal yang unik adalah poci yang dibuat dari tanah liat yang bentuknya penuh seni ukir. jika Anda berkunjung ke Tegal jangan lupa membeli oleh oleh poci tanah liat khas tegal. Poci yang unik penuh dengan ukiran ini dari slawi tegal merupakan oleh-oleh khas Tegal yang paling banyak diminati wisatawan. Jika poci ini digunakan untuk minum teh  itu terasa tehnya sepet wangi dan harumnya enak. dan poci tanah liat ini sudah dilengkapi dengan nampan dan juga cangkir atau satu set dengan harga terjangkau, Dimana anda beli teh poci ?..jangan bingung silakan anda datang saja di pusat supermarket terdekat seperti MC mutiara cahaya, Yoga, Tiara Kagok slawi. Rita Mall.

Poci ini diproduksi oleh masing masing perusahan teh yang ada di tegal, jadi dalam bentuk pocinya berbeda beda, anda bisa memilih mana yang anda sukai dari Poci Tanah Liat khas tegal.

Teh poci ( oleh oleh khas tegal )

Jika anda membeli oleh oleh khas tegal berupa poci jangan lupa beli juga tehnya, biasanya teh yang terkenal ditegal itu teh poci yang dalam bentuk gambaranya terdapat tulisan poci. Karena poci yang dibuat dengan tanah liat jika mengunakan teh clup itu kurang enak, yang pas itu dengan teh empas dan dengan gula batu akan terasa nikmatnya teh poci. Teh poci sendiri produksi asli orang tegal.

Tahu Aci ( oleh oleh khas tegal )
Oleh oleh khas Tegal selanjutnya yaitu tahu aci, tahu aci Di Tegal terkenal dengan tahu aci banjaran, jika anda berkunjung ke wisata Di Tegal jangan lupa beli tahu aci khas tegal rasanya gurih. Tahu aci tegal juga sering dijadikan oleh oleh orang yang berkerja di Jakarta bisanya banyak yang pesan tahu aci karena penasaran rasanya yang gurih, jika anda dari luar tegal tahu aci mau dibawa pulang sebagai oleh oleh bisa pesan yang masih mentah ditempat penjualan tahu aci yang belum digoreng.

Itulah antara lain khas makanan atau oleh oleh khas dari tegal yang bisa anda coba nikmati mudah mudahan informasi ini bermanfaat untuk anda.
Baca Juga : Tempat Grosir Asesoris Hp DiTegal  
selamat menikmati Oleh Oleh Khas Di Tegal Dan Wisata Di Tegal.
Baca Juga Artikel di Rekomendasikan: